SALWA/34/Funiculi Funicula/19

Kumi Hirai selalu mengidolakan kakaknya. Ayahnya adalah presiden direktur penginapan itu, sedangkan ibunya Michiko adalah manajer. Michiko kembali bekerja di pengi napan tak lama setelah melahirkan Kumi sehingga Hirai yang saat itu masih berumur enam tahun pun harus turut menjaga dirinya yang masih bayi. Bahkan ketika masuk SD, Hirai ber-sekolah sambil menggendong Kumi di guru-guru di sekolah desa itu sangat baik dan punggung. Untungnya, mendukungnya. Jika Kumi mulai menangis, Hirai akan segera membawanya ke luar kelas untuk menenangkannya. Hirai merawat dan menjaga Kumi dengan baik dan penuh tanggung jawab.Yasuo dan Michiko menaruh harapan besar kepada Hirai. Namun rupanya, orangtuanya tak paham betul karakter Hirai, ter-utama jiwa bebasnya. Ia akan melakukan apa saja yang di-kehendakinya tanpa memikirkan pendapat orang lain. Tak ada satu pun yang bisa menghalangi kehen-dak Hirai, bahkan orangtuanya sekalipun. Keputusannya menolak untuk menjadi penerus Takakura bukan karena ia ingin bebas menentu-kan jalan hidupnya sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ROBOT TIDAK DAPAT MENGGANTIKAN MANUSIA

EMPATI DOKTER TIDAK DAPAT DIGANTI DENGAN IA

Kecerdasan Buatan Teman atau Ancaman bagi Pekerja